Masyarakat Kelurahan Girsang, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Simalungun saat bergotong royong memperbaiki irigasi yang jebol di Dusun Sagala, Jumat (7/3). (Foto: Taman)
METROSIANTAR.com, SIMALUNGUN – Sebelum terjadi kekeringan air pasca irigasi tali air Sidari di Dusun Sagala yang jebol, masyarakat Kelurahan Girsang, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon menggalakkan semangat gotong royong memperbaiki irigasi tersebut, Jumat (7/3). Saat ini debit air irigasi tersebut mengalir normal.
Informasi dihimpun METRO, saluran irigasi tersebut difungsikan untuk mengaliri 250 hektar sawah di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon. Pasca irigasi tersebut jebol gara-gara terjadi longsor, selama 4 hari berturut-turut warga langsung mengelar gotong royong. Setelah dilakukan perbaikan secara swakelola, debit air pun dihidupkan kembali, hingga mengaliri persawahan secara normal.
Doni Sinaga SH, salah seorang warga mengatakan, selain irigasi yang jebol diakibatkan longsor tersebut, sebagian lahan persawahan warga juga rusak. Tidak ingin bencana ini berlarut-larut diatasi, masyarakat sepakat langsung bergotong royong memperbaikinya dengan biaya yang dikumpulkan secara sukarela.
Untuk menahan longsor, masyarakat tidak menembok dengan semen atau parmanen, namun hanya dengan menggunakan karung goni yang diisi dengan tanah. Hal itu karena keterbatasan biaya.
“Dana perbaikan ini secara sukarela yang dikumpulkan dari warga,” katanya singkat. Camat Girsang Sipangan Bolon Jonri W Purba mengatakan, untuk perbaikan saluran irigasi diperkirakan bisa menghabiskan anggaran ratusan juta rupiah. Ia mengatakan, irigasi tersebut merupakan sudah puluhan tahun atau sejak jaman belanda tidak pernah direhab. Saluran irigasi itu mengaliri 250 hektar sawah.
“Saya mengaspresiasi semangat warga yang spontanitas mengelar gotong royong. Meski sudah dilakukan penanganan awal, kita tetap mengusulkan perbaikannya ke Pemkab Simalungun,” ujarnya.
“Kita berharap juga agar pipa air milik PDAM Tirtalihou tepat berada di samping tanggul supaya dilakukan perawatan,” tukasnya.
Drainase di Lorong VII Tapian Dolok Butuh Perbaikan
Saluran drainase yang berada di Jalan Melati Lorong VII, Kelurahan Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok sangat membutuhkan perbaikan secepatnya. Pasalnya kalau musim hujan, jalan dan pekarangan rumah penduduk tergenang. Saluran drainase yang ada saat ini tidak berfungsi maksimal.
Salah seorang warga Dedy (31) mengatakan, drainase tersebut perlu perbaikan, karena banyak saluran drainase tidak konek lantaran tertutup sampah dan dibeberapa titik saluran drainase tersebut sengaja ditimbun warga untuk menambah volume bangunan rumah. “Kalau sudah hujan airnya mirip sungai sampai ke badan jalan. Makanya jalan di sini rusak, batu-batunya sudah terkupas,” katanya, Kamis (6/3).
Selain itu, akibat saluran drainase tersebut ditutup, air limbah rumah tangga warga menguap hingga ke badan jalan. Oleh karena itu diharapkan kepada instansi terkait dapat membersihkan sampah dan membuka kembali saluran drainase yang telah ditutup warga tersebut agar jalan dan pekarangan rumah warga tidak mengalami kebanjiran terutama pada saat hujan.
“Kalau bisa ini segera di perbaiki sampai kapan ini terus seperti ini dan kalau cuaca terik seperti ini baunya tidak tahan,” katanya lagi.
Ia mengatakan ada ratusan rumah tangga yang membuang limbahnya ke saluran drainase tersebut. “Sampah banyak, makanya kalau sudah hujan yang rumahnya terendam juga pusing karena harus bersih-bersih,” katanya.
Jeni (38) warga lainnya menuturkan, lemahnya pengawasan terhadap pembangunan yang berada di pinggir jalan merupakan salah satu penyebab utama kerusakan jalan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, perbaikan jalan dan drainase harus segera dilaksanakan. “Sudah seharusnya dibangun parit di sini, karena banyak masalah yang disebabkan air yang tidak mengalir,” kata ibu dua anak tersebut. (TH/Lud/osi)

SOCIALIZE IT →