METROSIANTAR.com - Lembaga hak asasi manusia (HAM) internasional, Amnesty International, menuding Pemerintah Suriah melakukan pelanggaran berat HAM. Tudingan Lembaga itu, tulis AP pada Senin (10/3), merujuk pada blokade dan pembiaran kelaparan terhadap warga Yarmouk. Kota itu berada di selatan ibu kota, Damaskus.
Catatan lembaga itu menunjukkan bahwa 200 warga Yarmouk mati kelaparan dan terkena penyakit. Kira-kira, ada 200.000 warga Yarmouk kala itu. Blokade berlangsung setahun silam dan makin ketat lantaran Pemerintah Suriah menempatkan pasukan loyalis rezim Presiden Bashar al-Assad. Amnesty International mengatakan, dari 200 warga Yarmouk yang tewas itu, 128 di antaranya mati kelaparan.
Loyalis Assad memblokade Yarmouk, yang mayoritas berpenduduk etnis Palestina, demi mengusir kelompok perlawanan dari wilayah itu. Rezim Assad juga “menghukum” warga Yarmouk yang dianggap memberi perlindungan kepada kelompok perlawanan. Yarmouk sejak tiga tahun silam acap menjadi pelintasan kelompok perlawanan untuk masuk ke Rusia.
Saling Tuding
Sementara, pemerintah Suriah menunding kelompok oposisi radikal membunuh sepuluh warga sipil. Informasi termutakhir ini menjadi warta SANA, media resmi pemerintah.
Media itu mengatakan kalau lokasi pembunuhan terjadi di Provinsi Daraa, Suriah bagian selatan. Video dari media itu menunjukkan kalau beberapa pria bersenjata berpenutup wajah mengeksekusi warga sipil. Sebelum menembakkan peluru dalam jarak dekat, pelaku menyuruh para korban berlutut. Catatan menunjukkan ada satu korban tewas adalah anak lelaki berusia sepuluh tahun. (Ap/Kcm/Int)

SOCIALIZE IT →