Mobil dirusak massa yang mengamuk. (Dalil Harahap/Batampos)
METROSIANTAR.com, BATAM – Ratusan pekerja PT Bechtel-APLNG Module Yard Project yang ada di kawasan PT. SMOE Indonesia, Kawasan Industri Terpadu Kabil, Jl. Hang Kesturi VI, Lot 5-1 Batu Besar, Batam, Kepulauan Riau, mengamuk, Jumat (14/3).
Menurut Rohem, 25, saksi mata yang juga pekerja subcon di PT SMOE, tujuh mobil yang sedang parkir di perusahaan tersebut dirusak.
Kaca perkantoran juga tak luput dari amukan buruh yang sudah kalap tersebut. “Kacanya dipecahkan dengan batu, lingggis, dan besi,” kata Rohem melalui ponselnya.
Rohem juga sempat melihat mobil golf dirusak, “diguling-gulingkan sama mereka,” ujarnya.
Kerusuhan itu terjadi mulai pukul 08.00 WiB. “Saya dengar dari mereka, gara-garanya insentifnya dikurangin. Lalu gaji helper dan peter (pembantu dan tukang, red) beda-beda tipis, makanya mereka marah,” ungkapnya.
“Kami yang di subcon PT SMOE dipulangin semua.”
Polisi lengkap dengan mobil bom air kini sudah mulai datang dan membubarkan massa. (ryh/batampos.co.id)

SOCIALIZE IT →