Seorang pria gelandangan tampak terkulai di trotoar tepat di samping tong sampah Jalan WR Supratman. (Foto: Dhev Bakkara)
METROSIANTAR.com, SIANTAR - Dana berobat gelandangan jika mengalami sakit tidak ada ditampung oleh pemerintah khususnya di Pemko Siantar. Itu diakui Kadis Kesehatan Siantar dr Ronald Saragih, Selasa (11/3).
Kepada wartawan koran ini, dr Ronald menuturkan di Dinas Kesehatan tidak ada mengalokasikan anggaran untuk menangggung biaya perobatan gelandangan atau warga yang tidak memiliki identtias.
“Itu tanggung jawab Dinas Sosial yang disampaikan kepada Kementerian Sosial. Baru-baru ini kami sudah menggelar pertemuan membahas itu. Tapi kalau hanya sebatas penanganan di Puskesmas, tidak dipungut biaya tapi kalau dirujuk ke rumah sakit tetap ditangani,” katanya.
Pengelola Keuangan di RSUD dr Djasamen Saragih Suryetno mengakui pernyataan dr Ronald. Dia menyebutkan, pihaknya akan tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat yang tidak memiliki identitas atau gelandangan, walau pun tidak ada orang yang menjamini. Soal biaya perobatan, akan diklaim ke Dinas Sosial.
Terpisah, Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Siantar Poltak Manurung mengatakan, di instansi yang dipimpinya juga tidak ada dana perobatan gelandangan. tetapi pihaknya harus mengusulkan ke Kementrian Sosial.
“Kalau dari APBD tidak ada. Harapannya adalah bantuan dari Kemensos,” ujarnya. Dia menambahkan, gelandangan di Siantar tidak dapat diketahui darimana saja asalnya karena sering berganti-ganti orangnya. Tetapi bila sudah meresahkan masyarakat, maka pihaknya melakukan tindakan dan kemudian membawa ke RS Jiwa di Medan. (pra/spy)

SOCIALIZE IT →